wirepop.id – Udah ga sabar sama Review Metaphor: ReFantazio? ATLUS belom lama ini telah sukses mengeluarkan PERSONA 3 Reload yang sudah menjadi hits bagi para banyak penggemar, maupun baru dan lama. Keduanya pun memang sudah sangat dikenali sukses melalui parent hits-nya dari PERSONA Series dimana ia merupakan Spin Off dari Shin Megami Tensei Series. Kali ini untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kedua perusahaan game terkemuka ini mengeluarkan main title baru yang bukan spinoff dari existing title-nya yang berarti ini adalah NEW GAME TITLE, yaitu Metaphor: ReFantazio.
Berikut adalah Review Metaphor: ReFantazio dari wireTeams Poppers! Let’s check it out!
WARNING: Review ini mungkin mengandung SPOILER. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari bercerita tentang story utama dari game ini, namun untuk konteks, mungkin ada beberapa aspek yang masih bisa tertulis oleh tim Editorial dan Review.
Review Metaphor: ReFantazio – Kisah baru di United Kingdom of Euchronia

Sebuah tragedi menyerang United Kingdom of Euchronia saat sang raja yang memimpin tiba- tiba saja terbunuh. Semenjak itu berbagai konsulat mulai berdiskusi siapa yang akan menggantikannya. Seharusnya yang menggantikannya adalah sang pangeran, namun saat ini sang pangeran terkena kutukan dari duri yang mematikan sehingga ia sudah dianggap seperti menunggu ajalnya saja. Di luar kerajaan Euchronia, seorang laki-laki berambut biru yang tidak bernama sedang berusaha masuk kedalam kerajaan itu untuk menjalankan sebuah misi bersama seorang Fairy bernama Galica. Sayangnya dalam perjalan Protagonist kita ini diserang oleh bandit yang kebetulan memiliki Igniter yang dapat menghasilkan kekuatan magic yang bisa menyakiti siapapun.

Karena terpojok, sang Protagonist terdorong jatuh ke sebuah jurang yang penuh dengan monster. Untungnya dia bisa kembali ke jalur untuk masuk ke kerajaan Euchronia.
Disinilah cerita dimana sang Protagonist dimulai dengan bergabung ke anggota militer kerajaan. Pada misi pertamanya, ia bertemu dengan Strohl yang merupakan seorang Noble dari sebuah pedesaan kecil yang hancur akibat Human. Dan pada sortie pertamanya, Strohl dan sang Protagonist harus berhadapan dengan Human, Homo Gorleo di Northern Border Fort. Ditengah ketegangan dalam pertarungan yang sepertinya sulit untuk dimenangkan, sang Protagonist akhirnya berhasil membangkitkan kemampuan dari Archetype yang kemudian membantunya berhasil mengalahkan Human. Tak lama kemudian seorang prajurit veteran muncul bernama Grius yang merupakan orang yang kita cari dalam misi kita. Disinilah kita mempelajari tentang kejadian sesungguhnya yang terjadi di United Kingdom of Euchronia.

Kisah High Fantasy ini merupakan sebuah take yang cukup menarik dan juga fresh dari studio yang dikenal melalui seri Persona dan juga Shin Megami Tensei-nya. Sudah 8 tahun keduanya tidak memiliki IP baru dan dengan hadirnya Metaphor: ReFantazio kini ATLUS, melalui Studio ZERO jadi memiliki portofolio baru. Memang cerita tentang kerajaan yang sedang dikudeta dan perjuangan kita melawan monster bukanlah sebuah konsep cerita yang baru. Namun dengan dibalutnya mekanisme gameplay yang solid dari game terdahulunya membuat game ini menjadi menarik dengan sendirinya bagi penggemar baru ataupun penggemar lama dari studio ini. Tentunya ini berhasil dibuat berkat hadirnya kombo yang sudah lama berkecimpung di game-game sebelumnya seperti Shoji Meguro sebagai Composernya, Katsura Hashino dari Persona 3, 4, dan 5 sebagai Director, dan sebagai Character Designer Shigenori Soejima.
Review Metaphor: ReFantazio – Gameplay yang familiar ditemani oleh mekanisme yang baru
Bagi pemain lama Persona dan juga SMT series, gameplay yang diadaptasi oleh Metaphor: ReFantazio memberikan that one familiar feeling yang membuat para pemain dapat dengan mudah dapat beradaptasi. Beberapa sistem seperti Confidant / Social Links yang disini disebut sebagai Follower memberikan kesempatan untuk para player menjalin hubungan dengan karakter partnernya. Disini juga membuat kalian mengaktifkan node untuk mempelajari Archetype yang dikuasai oleh masing-masing Follower.
Archetype sendiri merupakan versi lain dari Persona yang bisa dimiliki oleh playable characters untuk bertarung melawan musuh. Cara mengaktivasikannya pun pada pertama kali, sang karakter harus mengakui kekuatan dan resolve dalam dirinya dan menarik keluar jantung besinya dari dalam tubuh mereka. Yang berbeda kali ini dibandingkan dengan seri lainnya, setiap karakter dapat berganti Archetype yang mereka gunakan selama tidak dalam Active Battle, sehingga para pemain dapat lebih fleksibel mengatur strategi mereka.
Satu lagi tambahannya menarik disini adalah adanya Formation dimana kita bisa mengatur posisi karakter kita di Frontline (dimana karakter kita mendapatkan Buff Attack namun juga mendapatkan Debuff Defense) atau di Backline (dimana karakter kita mendapatkan Buff Defense namun juga mendapatkan Debuff Attack). Ini membuat kita bisa menjaga karakter- karakter crucial tidak cepat mati atau memberikan total Attack yang lebih maksimal.

Tentunya tidak lengkap tanpa hadirnya Dungeon Crawling di game besutan ATLUS dan Studio ZERO. Bersiap mengarungi Dungeon yang cukup luas pada setiap sesinya, lengkap dengan monster yang berkeliling mengarungi disekitar. Namun 1 mekanisme yang sangat welcome disini adalah kita tidak melakukan surprise attack, kita sekarang bisa melakukan sesi hack and slash untuk memangkas HP dari monster, atau saat kita memiliki base level yang lebih tinggi dari musuhnya tersebut. Jika tidak, maka ini mirip dengan Surprise Attack yang akan mentrigger Squad Battle dimana kita bertarung dengan grup kita.

Review Metaphor: ReFantazio – Bangun Relasi dengan Follower
Mirip dengan Confidant/Social Links, kita diwajibkan membangun relasi dengan Followers kita untuk memperkuat arsenal kita. Ini mempengaruhi stats keseluruhan karakter, dan juga tentunya Archetype yang digunakan dan sinkronisasinya. Yang unik adalah kini proses peningkatan Follower bisa dilakukan di malam hari sehingga untuk yang terbiasa mengumpulkan Confidant pada siang hari dan sore, siap-siap harus menyesuaikan jamnya yah.

Review Metaphor: ReFantazio – Grafik dan Performa
wireTeams berkesempatan untuk mencoba game baru ini, dan dilakukan dengan device kita sendiri, yaitu sebuah ASUS ROG ALLY dan pengalaman, performa, dan juga stabilitas dalam bermain akan bergantung pada perangkat yang masing-masing akan kalian gunakan nantinya.
Pada perangkat kita, kita menjalankan dengan settingan grafis Medium dengan FPS Uncapped untuk membuka keseluruhan kemampuan FPSnya. Secara rata-rata kita mendapatkan 45-78 FPS dalam sesi travelling atau dungeon exploration, dan lebih dari 400FPS saat masuk dalam video animasinya. Ini aga sedikit mengejutkan karena salah satu game ATLUS sebelumnya, PERSONA 3 RELOAD bisa lebih stabil 60 FPS pada keseluruhan sesinya. Ternyata ini dikarenakan engine yang berbeda yang dipakai kali ini. P3R menggunakan Unreal Engine 5, sedangkan Metaphor: ReFantazio menggunakan sebuah Engine unik besutan P-Studio yang juga dipakai hingga Persona 5, dan juga Catherine Full Body. Ini membuat fidelitas grafis dan fps yang bisa dihasilkan tentunya berbeda.
Sebuah footnote, sebenarnya secara karakter, dan desain, Metaphor: ReFantazio memang lebih mirip dengan Catherine Full Body ketimbang Persona series. Ini terlihat dari beberapa karakter yang sedikit mirip dengan yang ada dunia mimpi milik Vincent di Catherine: Full Body.
Review Metaphor: ReFantazio – Tanggal Rilis dan Kesimpulannya
Terbayangi oleh ciri khas ATLUS dan Studio Zero dengan PERSONA Seriesnya, membuat Metaphor: ReFantazio sering dikaitkan sebagai spin-off atau seri lanjutan dari Persona. Padahal sesungguhnya Metaphor membuka kesempatan fans baru dan juga lama untuk menikmati sebuah cerita yang benar-benar fresh, diluar dari glamornya Kota Modern seperti Persona 5 di Kota Tokyo, atau Tatsumi Port Island di Persona 3 Series. Karakter yang dihadirkan juga memiliki karakteristik serta latar belakang yang sangat menarik sehingga sangat sulit untuk membayangkan bahwa Metaphor: ReFantazio hanya “another Persona” game, karena ATLUS dan Studio Zero outdone themselves dengan grafik UI yang ga kalah menarik, menemani petualangan mencari kebenaran.

Metaphor: ReFantazio sebentar lagi akan dirilis secara resmi pada tanggal 11 Oktober 2024, dan akan hadir di multi platform mulai dari Xbox, Windows PC, PlayStation 4, PlayStation 5, dan juga Steam. Ini akan rilis secara simultan diseluruh dunia.
Saat ini bahkan melihat resepsi PERSONA 3 RELOAD sebelumnya yang cukup hype di Indonesia, SEGA juga sedang aktif menjalankan Cafe Metaphor: ReFantazio dengan Milou Farm yang sedang berlangsung mulai 30 Oktober 2024 hingga 13 November 2024 menjelang peluncurannya game tersebut.
Baca juga: Cafe Kolaborasi Metaphor: ReFantazio Hadir di Jakarta, Indonesia!












