wirepop.id – Samsung meluncurkan Samsung Galaxy S23 Series pada Tahun 2023 lalu, namun demikian smartphone kelas flagship ini masih menjanjikan performa handal, yang bahkan bisa disansdingkan sekelas dengan PC ataupun Game Console kalau diajak bermain dengan grafis yang Ultra HD ataupun cemerlang. Kok bisa sih Galaxy S23 Gaming se-powerful itu? Yuk simak bahasan dari para pakar!
Galaxy S23 Series menawarkan GPU terbaik dan terkuat, yang meningkatkan kinerja sebesar 41% dibandingkan dengan versi sebelumnya, dan Ray Tracing, yang menghadirkan pencahayaan yang nyata pada game seluler, telah menarik perhatian para gamer di seluruh dunia.

Ray Tracing Pada Mobile: Berikan Grafis Bagaikan Dunia Nyata
Ray Tracing merupakan teknologi terkini yang sekarang sudah menjamur didunia Gaming. Teknologi ini memanfaatkan metode meningkatkan grafis secara real time dengan cara menelusuri sinar cahaya (makanya disebut sebagai Ray – cahaya, dan Tracing – menelusuri). Galaxy S23 Series berhasil memanfaatkan GPU terbaru yang telah dilengkapi oleh hardware khusus untuk mempercepat simulasi Ray Tracing yang mirip dengan GPU Desktop. Ini membuat game yang dijalankan di smartphone terbaik Samsung ini dapat menampilkan bayangan serta pantulan cahaya di Game Mobile semakin realistis.

Jungwoo Kim dari System Platform Development Group, yang mengelola pengembangan GPU untuk Galaxy S23 Series, mendeskripsikan teknologi Ray Tracing sebagai “metode rendering grafis terbaik”
“Ray Tracing adalah simulasi kompleks yang menelusuri bagaimana saraf optik mata menerima sinar cahaya setelah dipantulkan, dibiaskan atau didifraksikan oleh suatu objek,” kata Kim. “Ini sangat mirip dengan bagaimana cahaya sebenarnya diproses.”
“Teknik rasterisasi sebelumnya terbatas, sehingga menghasilkan ekspresi yang janggal dan tidak akurat,” kata Joonyong Park, yang mengelola technical support GPU serta kerja sama internal dan eksternal untuk produk baru ini. “Apabila menyangkut efek bayangan, misalnya, metode sebelumnya memproyeksikan suatu objek pada suatu pemandangan dengan membuat peta bayangan terlebih dahulu dan menyesuaikannya pada objek itu lagi. Sebaliknya, Ray Tracing mensimulasikan efek aktual tentang bagaimana bayangan terbentuk, yang muncul secara akurat dan realistis pada layar – sehingga pengguna dapat menikmati grafik yang terlihat lebih alami.”
Menghilangkan pembatas antara Grafis Desktop dan juga Mobile di Galaxy S23 Series
Tahukan kalian kalua Samsung sejak tahun 2010, sudah merencanakan dan mengembangkan cara agar menghilangkan Batasan antara konsol, desktop, dan mobile dengan cara memperluas kinerja dan jangkauan API grafis (antarmuka pemrograman aplikasi). Bekerjasama dengan para pemimpin industry seperti Game Developer ternama, Samsung juga telah memimpin dan menjadi standard industry sebagai Common API. Efeknya, banyak perusahaan jadi bisa dengan mudah menerapkan teknologi terbaru ini ke banyak game dan memperluas ekosistem yagn relevan.
Sejalan dengan tren yang meningkat baru-baru ini dalam game lintas platform, Samsung dengan cepat menerapkan teknologi GPU desktop ke GPU mobile mereka. “Dengan kerja sama yang erat dengan para vendor AP, kami terus meningkatkan performa GPU mobile terbaru untuk produk-produk unggulan,” kata Park. “Dengan meningkatnya konsumen yang menuntut kualitas grafis pada perangkat mobile mereka menyamai kualitas konsol, kami telah bersiap untuk menawarkan teknologi Ray Tracing pada mesin game mobile sejak dua tahun yang lalu,” ujarnya, menjelaskan upaya proaktif timnya untuk memimpin inovasi mobile ini.
Kerjasama dengan Developer meningkatkan Performanya
Samsung R&D Institute Ukraina (SRUKR) bersama Epic Games, pembuat dari Unreal Engine, telah bekerjasama untuk menghadirkan pengalaman grafis terbaik. Kim juga menambahkan bahwa sebenarnya demo yang ditunjukan saat Galaxy Unpacked 2023 lalu, merupakan hasil kolaborasi atau Kerjasama tim. “Kami terus melakukan berbagai upaya untuk rendering yang efisien. Hasilnya, kami dapat mengatasi tantangan dengan mengurangi jumlah komputasi sekaligus mempertahankan tingkat kualitas yang sama.” Ucapnya.


“Saya ingat saat mengembangkan konten demo di kantor pusat Epic Games di North Carolina, AS,” kata Park. “Kami berhasil merender game demo di mana karakter ayam muncul menggunakan API Vulkan untuk pertama kalinya. Begitu karakter ayam muncul untuk pertama kalinya setelah memperbaiki kesalahan, semua orang dari Epic Games, SRUKR, dan rekan-rekan dari tim R&D MX bersorak. Kemudian, kami semua merayakannya dengan pesta makan malam, di mana kami semua makan ayam goreng.” Park berterima kasih kepada rekan-rekannya yang telah bekerja keras untuk mencapai prestasi ini.
Membuka pengalaman baru bermain dimanapun
Dengan Galaxy S23 Series, masa depan dalam Mobile Gaming menggunakan Ray Tracing terlihat sangat cerah. Produksi metode ini diranah komersil masih belum teradopsi secara meluruh, namun menjadi titik atensi yang cukup menantang kedepannya. Park juga berharap kedepannya ini akan mengubah gaya atau cara mengkonsumsi konten grafis dengan cara selaras dengan Ray Tracing. Ia juga menambahkan bahwa besar harapan kedepannya perangkat seluler dengan portabilitas dan perangkat keras berkinerja tinggi yang setara dengan konsol akan berkontribusi pada perubahan tersebut.
Para Developer juga mulai berbagi dengan rencana mereka untuk menggunakan teknologi ini pada gamenya kedepannya. Saat ini memang masih belum banyak game yang memanfaatkan dan mengadopsi teknologi ini kedunia gaming dengan smartphone. Namun Park menyampaikan dengan bangga bahwa ketika waktu yang tepat telah datang, maka Samsung dan Tim Pembuat Ray Tracing akan dengan senang hati menyambutnya. Visi jangka panjang para developer adalah untuk menghadirkan pengalaman bermain game mobile yang lebih imersif dengan grafis yang realistis di masa depan.
Informasi lebih lanjut mengenai Galaxy S23 Ultra 5G dan Galaxy S23 Ultra 5G Gaming Package bisa dilihat di www.samsung.com/id.
Video tentang Teknologi Ray Tracing di Samsung Galaxy S23
Baca juga: Pendapat Caster Pro: Samsung Galaxy S24 Ultra OP Banget buat Gamer!










