wirepop.id – Wacom, perusahaan yang terkenal sebagai produknya pen tablet yang dicintai para artist dan ilustrator, melakukan blunder. Pada iklan terbarunya untuk promosi Chinese New Year, Wacom menggunakan gambar naga hasil dari produksi generative AI. Hal ini memicu perdebatan karena para ilustrator merasa dikhianati oleh merk yang sudah mereka percaya menjadi peralatan tempur mereka.
Great job @wacom for using AI generated image for your latest marketing campaign. For a company built on the the visual arts industry this ad feels akin to shooting yourself in the foot. Doubly disheartening as a Chinese seeing the dragon used in this way. pic.twitter.com/mjuV0y5zdz
— Hanzhong Wang (@ww123td) January 6, 2024
Wacom pun langsung menghapus postingan tersebut dan memberikan permintaan maaf karena telah menggunakan Gambar AI. Perusahaan ini juga mengakui bahwa gambar yang mereka gunakan sesungguhnya adalah gambar yang mereka beli dari Stock Footage yang disediakan oleh Adobe, namun tidak dilabel sebagai gambar yang dibuat oleh AI. Hal ini pun memunculkan pertanyaan, apakah memang sebuah ketidaksengajaan, atau akan mulai sulit untuk mempercayai Merk yang sudah lama didukung dan mendukung para creator.
Produksi AI ini memang sudah mulai membuat para ilustrator dan creator meluncurkan campaign untuk menolak gambar yang dibuat oleh AI. Menurut mereka ini merupakan ancaman terhadap industri kreatif, dan akan menghilangkan banyak kesempatan pekerjaan. Saat ini pun Industri Kreatif sudah mengalami berbagai guncangan mulai dari kurangnya apresiasi terhadap para penggiat, hingga banyaknya kompetisi yang dihadirkan. AI dapat mengancam lebih besar lagi karena dapat menghasilkan karya yang lebih cepat, dan ditangan yang ahli (namun melalui prompt bukan karya), hasil dari AI ini pun bisa menyerupai produksi dari manusia asli. Selain Wacom, banyak perusahaan yang mulai memanfaatkan Generative AI untuk mengurangi biaya marketing seperti Magic: The Gathering, Apex Legends, dan bahkan kompetitor Wacom sendiri, XP-Pen dan Huion.
Selain dari konten kreatif, perusahaan teknologi lainnya pun mulai mengiklankan AI sebagai salah satu fiturnya. Contohnya saja seperti seri Samsung Galaxy S24 Series yang akan menjadikan Galaxy AI sebagai Key Selling Point-nya.











