GamingReview Gaming

Review Persona 3 Reload, Surat Cinta Untuk Penggemar Walau Belum Jadi Definitive Edition

No Comments
Baca Review

Skor Akhir:

9.5 / 10

" Persona 3 Reload benar-benar memanfaatkan what works dari kedua judul yang sangat digemari oleh fans garis kerasnya, Persona 5 sebagai basis grafisnya, dan Persona 3 sebagai basis ceritanya. Ini memberikan pengalaman baru juga bagi pemain yang first encounter-nya adalah dengan Persona 5, dan memberikan imajinasi baru bagi penggemar Persona 3 sebelumnya. "

Direview oleh:

wirepop.id – Persona 3 Reload dirilis pada 2 Februari 2024 lalu, dan sudah menjadi salah satu Judul dengan penjualan tercepat. Persona Series sendiri sudah mendapatkan cult-following-nya sejak lama, dan Persona 3 Reload membawakan salah satu judul klasiknya, dengan standar modern. Kali ini wireTeams akan membagikan review dari game yang sudah cukup lama dinanti oleh banyak fans Persona dari yang lama hingga baru sekalipun. Inilah surat cinta dari Atlus dan dipublikasikan oleh SEGA, untuk membawa para pemain kembali ke sebuah dungeon yang sangat terkenal pada tahun 2006, yaitu Tartarus. Berikut adalah Review Persona 3 Reload dari wireTeams Poppers! Let’s check it out!

WARNING: Review ini mungkin mengandung SPOILER. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari bercerita tentang story utama dari game ini, namun untuk konteks, mungkin ada beberapa aspek yang masih bisa tertulis oleh tim Editorial dan Review. 

Review Persona 3 Reload: Engine Persona 5, The Good Old Persona 3 Story

Persona 3 pertama kali dirilis pada tahun 2006 di konsol yang masih menjadi konsol dengan penjualan terbaik bahkan hingga sekarang belum ada yang menggantikan, yaitu Sony PlayStation 2. Judul ini memberikan salah satu revolusi game dengan Genre JRPG atau Japanese Role Playing Games, yang menggabungkan aspek dungeon crawling dengan simulator. Para pemain diharapkan dapat mengimbangi keduanya, dengan mindset untuk memperkuat arsenal dan juga kemampuan mereka saat mengarungi dungeon yang disebut Tartarus. Tartarus sendiri hanya bisa diakses saat para pemain mengunjungi sekolah mereka pada saat malam hari, lebih tepatnya Dark Hour, sebuah waktu yang berada diantara jam 24:00 menuju 00:00. Para pemain dapat memilih karakter yang sudah ditentukan sebagai playables, dan masing-masing karakter memiliki fokus kekuatannya yang berbeda.

Story dari Persona 3 Reload mengikuti versi orisinil atau vanila-nya yang telah dirilis 18 tahun silam.

Cerita ini merupakan premis paling sederhana dari Persona 3 sejak dahulu. Sebuah grup murid-murid SMA, yang menemukan kekuatan gelap diantara hidup mereka. Mereka menyaksikan orang-orang biasa yang berubah menjadi Peti Mati. Bagi mereka yang tidak berubah, kemungkinan mereka adalah gifted Humans, yang dapat mengeksplorasi sisi terang dari diri mereka, dan menghadirkan Persona mereka masing-masing. Persona adalah “Topeng” yang menggambarkan diri terdalam pada masing-masing individu. Berbeda dengan Shadow, yang merupakan Topeng gelap atau buruk yang bertujuan untuk menghancurkan, Persona adalah bentuk jinak dan sudah terlatih oleh setiap individu untuk melindungi, dan menjaga setiap karakter yang sudah menerima dirinya. Untuk memanggilnya, setiap playable characters memiliki pistol yang disebut Evoker, yang menjadi simbolisme bahwa mereka sudah menerima sisi mereka tersebut.

Persona 3 Reload membawakan cerita utama dari Persona 3 yang dirilis di PlayStation 2 18 tahun silam. Tidak ada cerita tambahan seperti di FES dengan Epilogue The Answer atau Episode Aegis ataupun karakter tambahan yaitu sang Female MC yang memberikan social links yang berbeda karena kali ini kita berkesempatan ngedate bareng dengan karakter cowo. Karena ini mungkin hardcore Persona fans terutama fans yang bermain dari FES maupun P3p akan sedikit mengomentari pilihan dari P3Reload yang murni merupakan remakes dan bukan Definitive Edition. Tapi tentunya ini hanya karena storyline saja karena secara grafik, tentunya ini adalah dunia yang berbeda.

Cerita dari Persona 3 sejak dahulu memang sudah terkenal sebagai game dengan cerita yang cukup dark, namun judul ini juga yang memperkenalkan Persona ke versi modernnya, melepaskan diri dari ikatan kisah gelap, rumit, dan kompleks dari Shin Megami Tensei, dimana Persona sebenarnya adalah spin-offnya hingga akhirnya menjadi standalone mainline title.

Grafik Unreal Engine, Membawa Persona 3 Ke Era Modern!

Salah satu nilai yang benar-benar menjadi pivotal point dan sebenarnya membuat Persona 3 Reload menjadi Persona yang sangat dinanti, adalah adanya graphical upgrade. Hal ini tidak hanya mencakup grafis secara dunia saja, yang harus kami akui, sangat-sangat impresif, tetapi juga hingga ke printilan dalamnya seperti menu dan sebagainya.

Dunia Persona 3 Reload merupakan versi terbaik dari Persona 3 sebelumnya. Ini berkat Unreal Engine yang sebelumnya dipakai juga di Persona 5.

Grafis dari Review Persona 3 Reload sekarang menyerupai dengan Persona 5 Series. Unreal Engine menjadi engine yang dipilih, dan ini membawa imajinasi dari Persona 3 ke era modern bagaikan Persona 5. Ini berarti style desainnnya dibuat bener-bener dari 0 dan diupgrade hingga mendekati standar Persona 5, dengan flair dari Persona 3 sendiri. Walau fresh kami merasa right at home ketika menyalakan dan memainkannya untuk pertama kali.

Style baru pun diadaptasi untuk menyesuaikan generasinya. Menu 100% di rubah dari seri Persona 3 manapun. Player Persona 5 mungkin akan cukup familiar dengan tampilan ini dengan stylize yang sesuai pada jamannya, kombinasi Anime JRPG dengan gaya estetika Noir. Colour Pallette yang dipilih juga sangat Persona 3, berkat kombinasi putih, hitam dan biru, dimana P5 mengusung hitam dan merah. Bahkan beberapa bagian menunya ada transisi bagaikan aliran air, sesuatu yang cukup signifikan sering untuk digunakan dalam Persona 3 yang mengaitkan dirinya dengan Bulan (Full Moon dengan Air Pasang adalah dugaan kami).

Setiap karakter namun tetap memiliki karakteristiknya yang terlihat sangat familiar, namun segar juga untuk dimodernisasi. Makoto Yuki (nama MC Persona 3 yang lebih familiar untuk kami), terlihat masih edgy dan emo, menggambarkan gaya anak muda pada jaman itu, Junpei, dengan topinya yang tetap khas, dan Yukari Takeba, yang masih menjadi main girl (Best Girl bisa menimbulkan perdebatan) dengan sweater pink dan rambut coklatnya. Diberikan flare dan tone ala Persona 5, tetapi menjadi masih the cool cast, anggota dair S.E.E.S atau Specialized Extracurricular Execution Squad.

Namun menurut kami fokus UI pada detail Persona dan Velvet Room menggabungkan style yang menarik karena ada sedikit flare dari Persona 4 Golden. Speaking of which, Persona yang ada disini masih sama, tanpa ada penambahan Persona baru, namun saat summon dan fusion menjadi lebih menarik, walau menurut kami Persona 5 lebih berani bermain soal animasinya dengan penggunaan narapidana sebagai core desainnya sedangkan Persona 3 Reload masih terlalu flat dengan kartu.

Social Links dan Keseharian

Jika dibandingkan dengan generasi Persona 3 sebelumnya, Persona 3 Reload banyak mengeksplorasi Social Links yang lebih lengkap. Walau tanpa Social Links versi FeMC, Persona 3 Reload megnhadirkan seluruh Social Links yang tersedia dari versi sebelumnya, dan kali ini dilengkapi dengan voice acting untuk seluruh cerita Social Links dengan berbagai macam karakter lainnya. Romance tentunya juga bisa ditemukan disini, namun sama seperti referensi aslinya, tidak ada hal unik seperti moment dimana semua karakter romanceable berkumpul di hari valentine dan menilai buruk sang MC seperti di Persona 5.

Social Link lengkap hadir disini. Ini contoh saat kita bergabung dengan Club lari!

Keseharian juga bisa terlihat sangat lengkap dengan adanya aktivitas atau kegiatan mulai dari club sekolah, part time job, tantangan mengkonsumsi sesuatu untuk menaikan level Social Stats (Charm, Academic, Courage), dan masih banyak kegiatan lainnya. Seharusnya disini tidak ada beda dengan Persona 3 2006, namun dengan grafik yang baru, entah kenapa kami merasa lebih atau semakin nyaman menikmati animasi kegiatan keseharian ini.

Makan burger ukuran besar merupakan tantangan tersendiri untuk meningkatkan Courage!

Mekanisme Battle 1 More dan “SHIFT” yang Bikin Lebih Segar!

Model battle di Persona 3 Reload adalah turn-base RPG, dan kali ini, Persona 3 Reload mempoles semua keterbatasan atau kekurangan dari Persona 3 versi sebelumnya. Pada Original 2006 dan FES, kita hanya bisa mengendalikan MC saja saat battle dan karakter lain akan secara otomatis dijalankan oleh AI. Ini sangatlah menyulitkan, karena AI Friendly ini bertindak memang sangat random karena AI pada jaman itu belum sekompleks sekarang. Kini di Persona 3 Reload, kita dapat mengontrol seluruh member party kita, sehingga dapat memaksimalkan strategi, terutama memanfaatkan kelemahan dari musuh. 1 hal yang sudah dipoles juga adalah kini tidak ada mekanisme fatigue lagi, sesuatu yang cukup menyulitkan saat kita temukan di Persona 3 Portable.

Tanpa sistem Fatigue, kita jadi bisa lebih lama eksplorasi di Tartarus dan mood tidak terlalu mempengaruhi pengalaman bereksplorasi.
1 More system kembali menghampiri! Kali ini lebih sederhana.

1 More juga kembali, dan menjadi faktor penentu keberhasilan. Akan tetapi, sistem One More kali ini menjadi lebih baik ketimbang Vanilla Persona 3 2006. Sebelumnya untuk bisa mendapatkan One More, diperlukan kondisi semua shadow dalam kondisi down baru dapat menggunakan 1 More, namun kali ini, 1 More / One More-nya menjadi lebih mudah berkat mekanismenya yang diperbaharui mendekati versi P4G atau Persona 5 juga. Cukup serang kelemahan salah satu musuh, dan One More bisa dilakukan. Tidak sampai situ saja, penggemar Persona 5 akan sangat familiar dengan sistem Baton Passyang kini juga menjadi bagian dari Persona 3 Reload. Namanya diganti dengan SHIFT dengan mekanisme yang sama persis dengan Baton Pass, dimana player dapat mengganti karakter yang dikontrol setelah mendapatkan 1 More, yang membuat kita dapat melakukan serangan yang sesuai dengan kelemahan musuh berdasarkan Team Member yang kita pilih untuk Baton Pass. Jika sukses, tentunya ini mempermudah trigger menuju All Out Attack, yang biasanya hadir dengan animasi sangat-sangat menarik, dan selalu kami rasa nikmat setiap melancarkan serangan ini.

Shift adalah adaptasi Baton Pass untuk Review Persona 3 Reload.
All out dengan animasi baru. Ini bahkan lebih dinamis daripada Persona 5.

All-in-all, mekanisme gameplay di Persona 3 Reload sebenarnya jauh lebih mengampuni dibandingkan versi terdahulunya. Beberapa mekanisme yang memang membuat Make or Break pada jaman itu sudah lebih dipoles lagi untuk pengalaman bermain yang lebih baik lagi. Bagi pemain baru, ataupun pemain yang baru berkenalan Persona melalui Persona 5, hal ini akan cukup memudahkan adaptasi mereka.

Baca juga: Sambut Tahun Naga Imlek Ini, SEGA Mengadakan Sale di Steam!

Musik Super Banger! Kini di RELOAD!

Baby, baby, baby – Mass Destruction, OST Persona 3

Siapa yang tidak familiar dengan lagu itu? Salah satu banger yang hadir di Persona 3, dan memang tidak jarang menjadi meme tersendiri dari judul ini. Semua lagu dari Persona 3 2006 telah di remaster, dan diadjust menjadi versi Reloadnya. Ini membuatnya tetep menjadi sebuah game dengan lagu terbaik. DJ Lotus Juice kembali memberikan sentuhan Persona bangetnya disini, bahkan dengan menghadirkan lagu Opening yang baru. Ditambahkan dengan animasi yang modern, speaker yang lebih baik berkat kemajuan teknologi, semua lagu dari Persona 3 Reload dapat membuat sesi bermain game para player berada di level yang berbeda, mulai dari musik keseharian si MC di sekolah atau saat berjalan di Pawlina Mall, ataupun sesi mengarungi Tartarus dan melawan Shadow.

Kemana FES dan FeMC? Kenapa tidak masuk Nintendo Switch?

Salah satu kekurangan dari Persona 3 Reload, sebenarnya memang adalah picky moments dari seorang Fans. Sebagai seseorang yang exposure pertama Shin Megami Tensei adalah dari spinoff lain yaitu Devil Children, dan juga Persona pertama kalinya adalah Persona 3 Portable, kadang masih ada harapan-harapan tipis bahwa Reload adalah versi definitivenya, dimana ceritanya lengkap dapat kita akses atau mainkan mulai dari Female MC dari Portable, hingga Episode Aegis yang berarti untuk sekian tahunnya belum juga saya mainkan secara pribadi karena keinginan melihat versi New Graphics dari Reload ini.

Sementara tidak ada Female MC, karakter favorit saya pribadi tentunya adalah Yukari Takeba.

Selain itu ada juga sedikit harapan yang kandas, saat diumumkan pada tahun lalu persama Persona 5 Tactica, kami berharap pengumuman Nintendo Direct juga memperlihatkan bahwa Persona 3 Reload is coming to Nintendo Switch, tapi ternyata tidak walaupun Tactica telah diumumkan secara resmi, dan sebenarnya Persona 5 Royal juga bisa dimainkan dengan sangat baik di Nintendo Switch (bahkan masih kita mainkan hingga sekarang). Untungnya, berkat adanya ASUS ROG Ally, hal itu masih bisa dimitigasi karena dengan ini masih bisa merasakan Review Persona 3 Reload ala Portable, dengan menggunakan UMPC walau kekurangannya adalah selamat tinggal 5 hours session in 1 charge karena ROG Ally hanya bisa berjalan hingga 2 jam saja maksimal.

Baca juga: ASUS ROG Ally 2 Bakal Dirilis Tahun 2024?!

Walau demikian, Persona 3 Reload masih sangat welcome di hati, dan juga di Library game kami, karena adanya rasa yang selalu fresh, untuk sebuah judul yang merupakan cult classic yang sangat dicintai para fans.

Halaman Persona kali ini juga lebih modern dengan UI yang sangat menarik.

Kesimpulan dan Penutup

Sebagai player yang pertama kali terekspos Persona 3 Portable, ini membangkitkan imajinasi yang lama terpendam karena tampilan 2D dari P3P. Bahkan walau sempat memainkan FES sebentar saja sebelum akhirnya PlayStation 2 FAT yang dulu akhirnya wafat, Review Persona 3 Reload memperlihatkan dan mentrigger masa lalu itu, yang surprisingly “Beda dengan apa yang pernah diingat”. Top Down view yang kini dirubah menjadi full 360, all out attack yang memorable, Tartarus yang lebih tidak flat, tapi semuanya dibalur dengan cerita yang sama, karakter yang sama. Singkatnya, Persona 3 Reload adalah salah satu remake yang masih sangat true to its core tapi lebih baik lagi. Sangat disayangkan ini kurang lengkap saja karena ternyata rute yang dipilih oleh ATLUS adalah remake vanilla saja, bukan FES, Portable, ataupun menjadi Golden/Royale Edition dari Persona 3. Walau sedikit kecil, tapi tentunya harapan soal hadirnya sebagai DLC, paid maupun Free, menjadi sesuatu yang sangat ingin bisa direalisasikan.

Fastest Selling Atlus Game adalah gelar yang didapatkan Persona 3 Reload setelah berhasil menjual 1 Juta Copy dibawah 2 minggu!

Tapi tentunya walau dengan nitpick tadi, ini bukan small feat untuk ATLUS, P-Studio, dan tentunya SEGA, karena saat ini, P3R sudah berhasil terjual sebanyak 1 Juta copy, dan berhasil meraih gelar Fastest Selling Atlus Game! Sesuatu yang mungkin sangat bisa dibayangkan mengingat Persona 3 Reload sedari dulu, ada cult following-nya yang tidak pernah nonstop menginginkan versi modernnya.

At least for now, enjoy saja suguhan yang dapat dinikmati, di modern console, dirumah, diluar, atau dimanapun, berkat Day-1 Multi Platform Releases walau tanpa Nintendo Switch. Game ini sangat layak mendapatkan skor yang cukup tinggi dari kami, yaitu 9.5/10.

Disclaimer: Review ini berdasarkan versi XBOX Game Pass yang kita miliki dan juga Review Copy versi Steam dari Sega. Tidak ada kompensasi yang diberikan disini, sehingga ini murni review experience kami.

Kalian tertarik untuk nyobain main Persona 3 Reload di akun Steam kalian? Uang jajan belum cukup buat beli Gamenya? Nah kali ini wirepop sama SEGA punya 3 Steam Key Code yang bakalan kita bagian buat kalian nih pembaca setia Poppers! Caranya gimana? Langsung aja cek embed Post Instagram kita dibawah ini yah!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by WIREPOP.id (@wirepop.id)

Tags: Persona 3 Reload, Persona 3 Reload Atlus, Persona 3 Reload SEGA, Review Persona 3 Reload

The Goods

  • Grafis Modern paling menarik dari Persona.
  • Day 1 Release Multi Platform.
  • Musik ‘Reload’ yang tidak kalah menarik.
  • Battle Mechanics dan Gameplay yang lebih Forgiving buat newcomers
  • Story dari versi Vanilla yang cukup nostalgia.

The Bads

  • Tidak ada versi Nintendo Switch.
  • FES dan Portable seakan menjadi versi yang dilupakan untuk remake.
  • Fitur Online yang tidak bisa dipakai mencontek jawaban, hanya aktivitas saja.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

ten − 7 =