wirepop.id – Beberapa waktu kebelakang, lini masa pecinta teknologi terasa sedikit riuh. Mengapa tidak, karena Apple, perusahaan yang terkenal dengan produk iPhone-nya yang selalu terjual habis di Indonesia, mendadak memiliki kanal resmi di platform berbagi video, YouTube, dengan nama Apple Indonesia. Marak, para penggawai pun serentak bertanya-tanya apakah Apple akan masuk secara resmi? Perlu diketahui bahwa saat ini produk Apple seperti iPhone, iPad, Apple Watch, AirPods, Mac dan Macbook serta produk lainnya, masuk secara resmi ke Indonesia melalui jalur distribusi reseller premium yang berarti merupakan distribusi kanal pihak ketiga. Beberapa contoh distributor yang terkenal seperti iBox dibawah PT Erajaya Swasembada, DigiMap dari PT Mitra Adi Perkasa Tbk, dan hellostore yang paling muda besutan PT Global Digital Niaga atau yang dikenal juga sebagai marketplace Blibli.com. Ketiga distributor tersebut selama ini menjadi tempat naungan para pecinta ekosistem oleh brand elektronik berlogo buah apel tersebut, sangat bergantung pada distributor-distributor ini untuk mendapatkan layanan penjualan maupun purnajual terhadap produk favorit mereka.

Para penggawai di lini masa pun mulai berangan-angan, apakah Apple akan secara serius membawakan Apple Store-nya ke Indonesia? Ini dirasa akan memberikan benefit yang cukup besar bagi para pengguna Apple maupun calon pengguna Apple. Biasanya penjualan secara resmi langsung melalui Apple Store akan memberikan beberapa fitur dan pengalaman yang jauh lebih memuaskan daripada melalui distributor-distributor yang sudah secara resmi memasukan produknya. Contohnya saja Apple Store terdekat di Negeri Tetangga, yaitu Singapura. Tidak jarang kita dapat menemui pengguna yang berasal dari Indonesia berbelanja di Toko resmi Apple yang dibuka di negara tetangga ini. Ada pula yang jauh-jauh datang untuk mendapatkan pelayanan purnajual secara resmi karena garansi seluruh produk Apple sebenarnya berlaku secara Internasional sehingga tidak perlu dilakukan di negara sendiri. Alasannya pun beragam mulai dari adanya Pilihan yang lebih banyak seperti kostumisasi desain, strap, engraving pada produk Apple yang lebih personal, ataupun sekedar ketersediaan spesifikasi yang spesifik dapat dirubah.

Walau demikian, ini mungkin masih akan menjadi angan-angan, karena walau sudah memiliki kanal resmi, sepertinya belum ada tanda-tanda bahwa Apple akan membuka tokonya secara resmi di Indonesia. Saat ini model distribusi Apple selain bergantung pada Distributor tadi, ada juga model investasi RnD yang dilakukan melalui adanya Apple Academy yang berpusat di Tangerang Banten.
Tapi taukah kalian, selain Apple Store yang tidak ada secara resmi di Indonesia, ada banyak hal lagi yang tidak bisa kita nikmati, miliki, dapatkan, atau pakai fiturnya, dari merk Apple ini? Kalau belum tau, yuk simak Editorial wireTeams dengan tajuk 4 Hal Yang Tidak Bisa Dilakukan atau Dipakai Perangkat Ekosistem Apple di Indonesia










